Home Info Apa yang Paling Disenangi Kecoa Sehingga Betah di Rumah Anda

Apa yang Paling Disenangi Kecoa Sehingga Betah di Rumah Anda

24
0
Kecoak menyenangi makanan yang berasal dari zat pati
Kecoak menyenangi makanan yang berasal dari zat pati

Berbeda dengan pelbagai jenis insekta lainnya, pada kecoak telur yang dihasilkan terbungkus dalam suatu kantung berbentuk kapsul yang menempel diperut kecoak betina. Jumlah telur yang terdapat di dalam kantung ini berbeda-beda, karena tergantung dari jenis kecoak tersebut, namun umumnya berkisar antara 15 sampai 40 telur tersusun membentuk dua baris. Telur yang matang akan menetas membentuk kepompong yang rnirip dengan bentuk dewasa, tetapi tidak mempunyai sayap, yang kemudian langsung berbentuk dewasa. Siklus kehidupan kecoak ini amat berbedabeda. Ada spesies kecoak yang membutuhkan 6 hari saja, tetapi ada yang membutuhkan sampai 1.000 hari. Demikian pula masa hidup kecoak dewasa amat bervariasi. Ada yang hidup hanya 3 bulan, tetapi ada pula yang hidup sampai 1 tahun.

Kecoak  menyenangi makanan yang berasal dari zat pati, seperti pelbagai macam roti atau kue-kue serta jilidan buku. Namun kadang-kadang kecoak juga memakan kulit, kertas serta binatang yang mati. Karena sifat kecoak seperti ini, mudahlah dipahami bahwa untuk menghindarkan kecoak dari kehidupan, periu dijaga kebersihan lingkungan. Misalnya jangan biarkan sisa makanan berserakan, atau tutup semua bahan makanan, baik yang sudah ataupun yang belum dimasak. Karena kecoak sering me-ngotori alat-alat makanan, yakni dalam usahanya meneari makanan, maka alat-alat makanan (piring, sendok dan sebagainya), hendaknya dapat disimpan di tempat yang tertutup.

Kecoak adalah binatang malam hari, artinya pada siang hari biasanya binatang ini bersembunyi, dan barulah pada malam hari ia keluax mencari makanan. Untuk mengawasi kecoak, maka semua cara sebagaimana dikemukakan di atas yakni cara fisik atau mekanik, cara kimia, cara biologis serta cara cultural dapat di-terapkan. Hanya saja dalam kehidupan sehari-hari, cara pengawasan kecoak yang biasa dilakukan ialah dengan zat kimia atau secara fisik dan mekanik.

Pengawa,san kimia dilakukan dengan menyemprotkan (dalarn bentuk cairan ataupun gas) pelbagai macam insektisida, seperti larutan chlordane 2,5 %, larutan lindane 1 %, larutan thalathion 2 % serta larutan diazbion 0,6 %. Penyemprot,an dilakukan di ternpat persembunyiannya, biasanya di celah-celah yang tersembunyi. Jika insektisida hydrocarbon tidak bermanfaat maka dipakai zat kimia yang terbuat dari organophosphorus. Sedangkan cara mekanis ialah dengan memasang perangkap yang dipasa.ng umpan, yakni mernbubuhi phosphor putih 2 % pada terig,u yang diberi ernanis (gula atau madu). Dapat pula menlpergunakan ryania atau sabadilla yang dicampur pada makanan.

PENGAWASAN KUTU BUSUK:

Kutu busuk adalah salah satu dari insekta yan.g termasuk alalam orde hemiptera yakni salah satu jenis serangga yang mertgalami metarnorpnose tidak sempuma, se.rta tidak mempunya:, sayap. Umumnya binatang ini hidup dari mengisap darah korbannya, yakni manusia ataupun hewan.. Sampai saat ini belum dapaL dibuktikan apakah kutu husuk juga merupakan vektor penyakit bagi manusia. Hanya saja dari sudut kesehatan lingkungan, kutu busuk. ini perlu diawasi, karena kutu busuk sering tidak menye – na.ngkan, kecuall karena gigitannya mendatangkan. gatal, juga karena baunya tidak

Bentuk kutu busuk adalah oval, dengan panjang badan se-kitar 6 mm. Warna kutu busuk dewasa adalah coklat, sedangkan jika berww.na kuning Beberapa jenis kutii busnis.

Kutu busuk dewasa menghasilkan telur seliitar 100 sampai 250 buah untuk sekali musim bertelur yang biasanya berlangsung antara 2 sampai 10 bulan. Telur ini ditempelkan pada celah-celah atau pacla tepi kasur. Kemudian antara 18 sampai dengan 56 hari secara bergiliran telur-telur tersebut menetas. Kutu busuk betina membutuhkan darah sebelum menghasilkan telur, tetapi jika tidak tersedia makanan, kutu busuk jenis wanita ini dapat hidup selama 1 tahun. Sedangkan usia kutu busuk jantan biasanya antara 6 bulan sampai 1 tahun.

Sama halnya dengan pengawasan pelbagai macam vektor lainnya, maka pengawasan kutu busuk dapat pula memakai cara-cara yang dikenal, yakni secara fisik atau mekanik, secara kimia, secara biologis ataupun secara cultural. Jika pengawasan kimia dipakai biasanya dipergunakan larutan DDT 5 % yang disemprotkan pada daerah yang diduga menjadi sarang kutu busuk. Jika dengan DDT tidak mempan lagi, dapat digunakan larutan 5 % lindane.

Sedangkan pengawasan secara biologis dimungkinkan, karena ditemukan musiih-musuh alam kutu busuk, misalnya kecoak ataupun satu jenis binatang yang dikenal dengan nama Reduvius personatus.

Sekalipun pelbagai pengawasan dapat dilakukan, namun sama halnya dengan vektor-vektor lainnya, maka untuk menghindari kutu busuk ini, yang paling perlu dilaksanakan ialah memelihara kebersihan tempat tinggal. Seperti misalnya selalu menjemur kursi, kasur dan lain sebagainya, menyemprotkan larutan insektisida atau menyikatnya, sehingga telur yang menempel dapat dibuang. Jadi thrtnasuk cara cultural.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here