Home Info Bahaya Racun yang terkandung dalam mikro-organisme tertentu

Bahaya Racun yang terkandung dalam mikro-organisme tertentu

25
0
Mikro organisme dengan toxinnya
Mikro organisme dengan toxinnya

Mikro organisme dengan toxinnya. Yang sering menimbul-kan keracunan makanan ialah

a)            Staphylococcus; kuman ini terdapat pada 50% dari tangan manusia. Keracunan biasanya karena interoto-xinnya dengan masa inkubasi antara 1 sampai 6 jam. Gejala yang timbul ialah sakit perut hebat, muntah dan mencret. Umumnya 7 jam kemudian gejala hilang dan jarang sampai menimbulkan kematian.

b)            Clostridium perfringens i type A. Di Amerika kuman ini merupakan penyebab yang terbanyak dari peristiwa keracunan makanan (sekitar sepertiga dari semua kasus). Masa inkubasi antara 8 sampai 24 jam dengan gejala utama berupa mencret, sedikit sakit perut dan jarang dengan enek dan muntah. Gejala umumnya hilang dalam waktu 24 jam dan karena itu jarang menyebabkan kematian.

c)            Clostridium perfringens type C. Gejala umumnya lebih berat dari type A, karena disertai oleh perdarahan di usus dan muntah. Bisa menimbulkan obstruksi usus yang membutuhkan operasi, serta dapat membawa kematian.

d)            Vibrio para haematilikus. Masa inkubasi antara 12 sampai 24 jam, dengan gejala diare hebat, sakit perut hebat, enek dan muntah yang ditEu:[lbah demam, menggigil serta pusing. Penyakit berjalan 1 — 5 hari dan sembuh total. Jadi jarang mendatangkan kematian.

e)            Bacillus cerius. Masa inkubasi sekitar 12 jam dan gejala yang ditimbulkan berupa diare, sakit perut, enek dan biasanya berakhir 12 jam kemudian.

f)             Salmonella. Masa inkubasi antara 6 — 48 jam, umum-nya gejala yang ditimbulkan berupa sakit perut men-dadak, mencret, mual dan muntah.

g)            Shigella. Masa inkubasi 7 66 jam dengan gejala berupa mencret, panas, sering muntah, perut sakit dan tenesmus. Pada kasus yang berat dapat ditemui darah pada tinja, yang disertai lendir dan nanah.

4. Zat kimia. Zat kimia dengan konsentrasi berlebih, akan bersifat racun bagi manusia. Zat kimia yang sering menimbulkan keracunan makanan ialah:

a)            Arsen. Seorang yang menderita keracunan arsen, gejalanya timbul antara 20 menit sampai 48 jam. Kalau termakan dalam dosis yang banyak bisa fatal. Bila sedikit menimbulkan gejala mual, muntah, diare, sakit perut, rasa terbakar di tangan.

b)            Antimon, gejala mirip dengan keracunan arsen, tetapi disertai urticaria.

c)            Lead. Gejala yang timbul berupa sukar tidur, timbul rasa pusing, sakit kepala, serta muntah darah.

d)            Cadmium. Gejala yang tirnbul rasa kerj.ng di mulut, batuk, sakit kepala, muntah darah dan bisa fatal.

e)            Thallium, dengan gejala ataxia, chorea, muntah, konstipasi, dilirium sampai coma.

f)             Peptisida, dengan gejala hyperexcitability, delirium, konvulsi, depresi pernapasan sampai coma dan dapat meffinggal dunia.

Salah satu penyakit karena keracunan makanan yang cukup terkenal ialah minamata disease. Penyakit ini pertama kali dikenal dengan ditemukan pada orang yang bertempat tinggal di Teluk Minamata, Jepang pada tahun 1953. Pada tahun 1972 terjadi outbreak di Irak. Penyakit minamata ini disebabkan oleh Hg organik terutama alkyl-mercury yang biasanya dihasilkan oleh bahan kimia yang dipakai sebagai fungisida atau oleh sampah dari pabrik plastik. Penyebab ini kontak pada manusia melalui udara dan peracunan air. Epidemi yang terjadi di Teluk Minamata disebabkan karena peracunan air oleh pabrik plastik di pinggir sungai, sehingga ikan dan tiram yang hidup di dalamnya mengandung 5 s/d 20 mg Hg per kilogram ikan. Disebutkan jika penduduk memakan ikan tersebut 3 kali sehari timbullah rasa sakit, tetapi jika seseorang memakan sebanyak 1,64 ing per hari timbullah kematian. Adapun gejala yang ditemukan pada minarnata disease ialah sakit kepala, paresthesia lidah, bibir dan jari-jari, serta di-temukan kelainan fungsi yang tidak spesifik. Jika penyakit berat, maka gejala disertai oleh kejang pada tangan, lapangan pandangan pinggir menghilang, kehilangan koordinasi, tak dapat berdiri dan melakukan gerak dengan kemauan sendiri, serta pembicaraan sukar dimengerti. Pada penyakit yang berat ini, dapat timbul gejal.a neurologis dan mental yang lehih berat dan permanen, sedangkan jika anak-anak yang menderita penyakit dapat di-temukan gejala kemunduran mental.

Sebagian sarjana tidak memasukkan zat kimia dalam food poisoning, tetapi memasukkannya dalam katagori food intoxication (keracunan makanan) dan karena itu mereka tidak membicarakan zat kimia dalam sanitasi makanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here