Home Tips Cemaran Makanan dan Kuman di Dalamnya

Cemaran Makanan dan Kuman di Dalamnya

20
0
Mengenali Kuman yang Mencemari Makanan
Mengenali Kuman yang Mencemari Makanan

Kuman yang menempel pada tubuh, kaki atau bulu-bulu kaki binatang ini akan mencemari makanan, sehingga menimbulkan penyakit bagi yang memakannya.

Dari sudut biologi dikenal beberapa kelas, yakni:

(1)          insekta atau serangga,

(2)          krustacea atau udang-udang,

(3)          arachanoidea atau labah-labah,

(4)          myriapoda atau lipan.

Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan lingkungan, kesemua kelas dari arthropoda ini perlu diawasi. Hanya saja karena sifatnya yang khusus, maka pengawasan terhadap insekta lebih diprioritaskan, yang dikenal dengan sebutan pengawasan serangga atau insect control.

Rodentia, terpandang dari sudut ekologi, dibedakan atas beberapa macam, yakni:

(1)          aquatic rodent, yang hidup terutama di air, misalnya berangberang,

(2)          leaping rodent, yang mempunyai kaki belakang yang pan-jang dan dipergunakan untuk melompat serta hidup di pa-dang rumput atau padang pasir, misalnya tikus peloncat (jumping mice),

(3)          tunneling rodent, yang hidup terutama di terowongan serta mempunyai cakar yang tajam pada kaki depan,

(4)          tree-dwelling rodent, yang hidup terutama di pohon, misal-nya tupai.

Dari sudut ilmu kesehatan lingkungan, kesemua jenis rodent ini perlu diawasi dengan seksama. Hanya saja, sebagaimana juga arthropoda, pengawasan rodent mengenal pula prioritas, yakni terutama ditujukan pada tunneling rodent, karena binatang mengerat yang termasuk golongan ini, senang hidup di sekitar tempat tinggal manusia.

Dari sudut biologi telah sama diketahui bahwa ada beberapa macam makhluk hidup, terutama dari golongan yang sederhana, memerlukan tubuh makhluk hidup lainnya, untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Makhluk hidup yang ditumpangi ini disebut host (pejamu), yang dapat berupa hewan ataupun manusia, atau kombinasi antara hewan dan manusia.

Jika pejamu tersebut lebih dari satu, maka tubuh makhluk hidup yang dipakai sebagai tempat hidup yang utama disebut primary host, dan yang kedua disebut secondary host, demikian seterusnya.

Pengaturan alam seperti ini, yang maksudnya untuk men-jamin kelangsungan hidup suatu makhluk, ternyata tidak meng-untungkan manusia. Karena dengan dipakainya tubuh manusia sebagai tempat untuk melangsungkan sebagian dari siklus ke-hidupan tersebut, dapat timbul penyakit. Telah sejak lama manusia berusaha menjaga diri sehingga tubuhnya tidak sampai dipergunakan oleh makhluk lain. Dalam upayanya untuk menjaga diri, maka manusia berusaha menyelidiki bagaimana caranya makhluk lain tersebut (bibit penyakit atau agent) dapat masuk ke dalam tubuh. Diharapkan dengan telah diketahuinya cara masuk bibit penyakit tersebut, cara untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan mudah.

Berkat penelitian dan kerja keras, akhirnya diketahui bahwa bibit penyakit dapat masuk ke dalam tubuh, antara lain karena dibawa oleh beberapa jenis binatang. Dari sudut kesehatan, binatang pembawa bibit penyakit tersebut dinamakan vektor. Demikianlah karena pengetahuan .manusia pada mulanya masih terbatas, maka sebelum tahun 1938 yang dianggap vektor hanyalah serangga. Vektor pada waktu itu hanya diartikan serangga yang menggigit dan mengisap darah manusia saja (true vector). Sedangkan macam penyakit yang ditularkan oleh true vector ini dinamakan! insect borne diseases.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here