Home Tips Kutu Manusia dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kutu Manusia dan Dampaknya bagi Kesehatan

20
0
PENGAWASAN KUTU MANUSIA
PENGAWASAN KUTU MANUSIA

Sama halnya dengan kutu busuk maka kutu manusia terma-suk insekta dari orde hemiptera. Ada 3 macam kutu manusia yang dikenal yakni:

(1)          kutu tubuh (pediculus humanus),

(2)          kutu kepala (pediculus capitis),

(3) kutu rambut kelamin (phithiris pbis).

Ketiga kutu ini hidup pada manusia jfka tidak dipelihara kebersih-annya. Misalnya pada waktu perang ataupun dalam keadaan da-rurat, di mana banyak orang tidak sempat mandi ataupun mengganti pakaian yang bersih.

Kutu manusia perlu diawasi, karena kutu ini dapat mendatangkan pelbagai macam penyakit seperti penyakit typhus epf-demica, relapsing fever ataupun Trench fever. Kutu manusia mern-punyai bentuk badan yang pipih, dan mempunyai alat penusuk yang disebut stylets. Telur dihasilkan oleh kutu dewasa sebanyak 9 10 telur sehari.

Dalam waktu lebih kurang 2 minggu telur akan menetas dan membentuk nympha yang berganti kulit sampai 3 kali, baru menjadi dewasa. Jika kutu ini tidak dapat mengisap darah yang di-perlukannya sebagai makanan, ia akan mati dalam beberapa hari.

Sesuai dengan jenisnya, maka tempat tinggal kutu manusia ini berbeda-beda. Kutu tubuh manusia, senang hidup pada lipatan pakaian dan mempunyai warna abu-abu keputihan. Sedangkan kutu kepala manusia memilih rambut kepala sebagai ternpat ting, galnya. Jika kutu kepala ini bertelur, maka telur tersebut diletakkan pada rambut dengan menggunakan semacam zat perekat yang kuat sekali. Kutu rambut kelamin, memilih rambut di daerah kemaluan sebagai tempat tinggalnya. Kadang-kadang kutu jenis ini dapat ditemui di ketiak, di kumis ataupun di alis mata.

Untuk mengawasi kutu manusia, pelbagai cara yang dikenal dapat pula diterapkan. Tentu saja yang diutamakan menjaga kebersihan, misalnya ditujukan kepada kutu badan dengan mencuci pakaian memakai air panas dan sabun, menstrika pakaian, menjemurnya di panas matahari dan lain sebagainya. Sedangkan kutu kepala atau kutu rambut kelamin dibasmi dengan mencukur rambut-rambut yang terdapat di daerah tersebut.

Penggunaan zat kimia sering pula dilakukan. Biasanya clf-gunakan larutan DDT 10 % yang dipakai untuk merendam pakaian, atau menaburkannya di daerah kelamin dan dibiarkan selama 2 sampai 4 jam.

PENGAWASAN PIJAL:

Pijal dapat menularkan penyakit pes dan murine typhus yang berasal dari rodent kepada manusia. Pijal berperanan pula dalara menimbulkan penyakit tularemi. Ada beberapa pijal yang di-kenal, tetapi yang terpenting di antaranya ialah pijal tikus (xeno-psylla Cheopsis) yang membawa kuman Pastaurella Pestis. Jika pijEd ini menggigit manusia maka melalui muntahan atau kotorannya, kuman tersebut masuk melalui luk.a gigitan pijal. Timbulnya muntah pada pijal ialah karena pijal yang terinfeksi mengalami obstruksi pada saluran pencernaannya. Demikia.nlah ketika pijal menggigit manusia, maka karena obstruksi tersebut darah yang diisapnya tidak dapat masuk, dan terjadilah numtah. Muntah yang mengandung Pasteurella Pestis tersebut jika mengenai luka akau memin.dahkan kuman ke dalam tubuh, sehingga timbul penyakit pes.

Pijal betina dewasa biasanya meletakkan telurnya pada rarnbut hostnya (rodent). Biasanya telur akan jath dan dalam waktu 2 hari samPai beberapa minggu akan menetas membentuk larva. Larva pijal berbentuk seperti cacing, berwarna terang dan hidup di celah-celah lantai atau di tempat lainnya, serta memakaan semua jenis bahan organik yang ditemukannya. Setelah melalui 3 kali masa larva, maka akhirnya dalam waktu 1 minggu sampai beberapa bulan larva berubah bentuk menjadi pupa, dan dalam stadium leepompong ini dapat bertaktan sampai. 1 tahun untuk kemudian beruah bentuk menjadi pijal dewasa.

Untuk mengawasi. pijal, periu dilakukan pengawasan terhadap tikus ataupun binatang lainnya yang dipakai sebagai host. Anjing naisahlya harus terpelihara kebersihan tubuhnya, apalagi jika anjing tersebut diam di dalam rumah. Karena kemungkinan jatuhnya telur pijal amat besar, kebersihan lantai atau ‘karpet penting sekall. Untuk ini dapat dipergunakan pelbagai macam insektisida seperti larutan lindane 0,5 sampai dengan 1 %, atau larutan diazinon 0,5 %. Ada baiknya menyebarkan insektisida di depan sanng tiku; sehingga jika kebetulan ada pijal yang hidup pada babutt tikus, dapat pula dibunuiL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here