Home Info Mengatasi Mikro-Organisme dengan Suhu Tinggi

Mengatasi Mikro-Organisme dengan Suhu Tinggi

21
0
Daya tahan mikro organisme terhadap suhu panas
Daya tahan mikro organisme terhadap suhu panas

Jika suhu makin dinaikkan, maka makin cepat mikro organisme dimatikan, jadi makin pendek waktu yang diperlukan. Kemampuan sejumlah mikoroorganisme untuk bertahan terhadap suhu panas dinyatakan dengan jangka wak’vu kematian terhadap termis (thermal death time) yaitu jangka waktu yang diperlukan untuk mernatilOELn sejumlah mikro organisme tertentu (dalam semua bentuk tingkat kehidupannya) yang berada dalam keadaan tertentu clengan derajat suhu tertentu pula. Kematian karena termis (thermal death) dipengaruhi oieh beberapa faktor, yakni:.

(1) konsentxasi mikro organisme; makin tinggi jumlahnya per rffl, maka rnakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mematikannya;

hidup mikro organisme sebelumnya, yang me-nyangkut suhu ketika pembiakan, umurnya, fase per-turnbuhan, serta komposisi substt di mana mikro organisme itu tumbuh, yang ditentukan oleh kandungan

pH dan zat-zat lain.

Hasti penelitian yang dilakukan eleh Bigelow dan Esty terhadap 115.000 spora dari flat seur bakteria per ml corn juice dengan pH 6,1 mendapatkan hubung-an antara suhu dan waktu yang dibutuhkan untuk mematikan spora tersebut sebagai berikut:

Untuk tiap macam mikro organisme, waktu dan suhu yang dibutuhkan berbeda-beda. Demikianlah hasil dari pelbagai percobaan memberikan angka sebagai berikut :

Pengetahuan tentang adanya hubungan suhu dan waktu yang dibutuhkarr untuk membunuh semua jenis mikro organisme ini, banyak dimanfaatkan dalam sanitasi makanan, misalnya dalam proses pasteurisasi. Tergantung dari cara melakukannya, maka pasteurisasi dibedakan atas dua macam yakni:

—           dengan suhu tinggi waktu pendek (high temperature short time HTST), misalnya pada susu yang dilakukan dengan suhu 71,7° C selama 16 detik;

—           dengan suhu rendah waktu panjang (low temperature long time, yang disebut pula low temperature holding = LTH) misalnya pada susu yang dllakukan dengan suhu 62,8° C selama 30 menit.

b) Pada waktu pengelolaan bahan tersebut, buanglah bagian dari bahan pakanan yang mngandung zat yang membahayakan tubuh atau teiah ticiak bermanfaat tagt, sepanKnya bagian yang mengandung zat yang dibutuhkan tubuh tidak boleh sampai terbuang.

c)            Olahlah bahan makanan tersebut dengan mempergunakan alat yang selalu terpelihara kebersihannya, demikian pula kebersihan orang yang akan mengelola bahan makanan, harus pula dijaga.

d)            Hindarkan mengelola bahan makanan yang mengandung racun, atau berdekatan dengan zat racun.

Pengawasan hygiene dan sanitasi makanan di Indonesia dilaksanakan dalam rangka menerapkan UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960 serta. UU Hygiene untuk Usaha-usaha Bagi Umum No. 11 tahun 1962, yang kegiatannya secara umum dapat dibedakan atas 3 macam, yakni:

(a)          melaksanakan pendidikan kesehatan;

(b)          pengamatan dan pengawasan terhadap perusahaanperusahaan makanan;

(c)           pemeriksaan perusahaan-perusahaan makanan.

Tanggung jawab pemeriksaan perusahaan makanan, dilimpahkan kepada PUSKESMAS yang harus melakukan pemeriksaan sekurang-kurangnya sekali dalam 6 bulan.

Pemeriksaan dilakukan dengan mempergunakan formulir yang telah disediakan. Dalam formulir tersebut terdapat 4 hal yang harus diperiksa, terdiri dari pemeriksaan terhadap:

(a)          kebersihan umum dan fasilitas;

(b)          tempat pengelolaan makanan dan minuman;

(c)           kamar kecil dan tempat cuci;

(d)          karyawan.

Pada pemeriksaan kebersihan umum dan fasilitas, hal-hal yang harus diperhatikan meliputi:

(a)          keadaan dinding,              lantai dan ruangan;

(b)          sistem penghawaan;

(c)           perlindungan terhadap lalat, tikus dan lain-lain serangga;

(d)          sumber persediaan air;

(e)          pembuangan najis dan air selokan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here