Home Info Mengawasi Para Pengelola Makanan dan Prosesnya

Mengawasi Para Pengelola Makanan dan Prosesnya

30
0
Orang yang mengelola bahan makanan
Orang yang mengelola bahan makanan

Sama halnya dengan tempat, maka pada setiap tahap dari perjalanan bahan makanan selalu ditemukan orang yang bekerja pada atau yang akan mengelola bahan makanan tersebut. Pada sumber bahan makanan dari daerah peternakan misalnya, orang yang berhubungan dengan bahan makanan ialah pemerah susu (untuk susu), pembantai hewan (untuk daging), dan lain sebagainya. Sedangkan pada pengangkutan bahan makanan, orang yang berhubungan dengan bahan makanan ialah supir atau kenek truk. Demikian seterusnya, ketika penyimpanan(buruh), pemasaran (pedagang), pengolahan (tukang masak), penyajian (pelayan restoran) atau penyimpanan bahan makanan yang telah dimasak (ibu rumah tangga).

Agar bahan makanan tidak sampai tercemar, maka jelaslah orang yang berhubungan dengan bahan makanan tersebut harus terpelihara ilygiene dan sanitasinya. Syarat yang ditetapkan pada orang yang mengelola bahan makanan amat banyak; sekurangkurangnya ialah:

a)            Tidak sedang menderita penyakit infeksi apa pun (kulit, paru-paru, saluran pencernaan, dan lain sebagainya).

b)            Bukan carrier dari suatu penyakit infeksi.

c)            Mengetahui tentang hygiene, misalnya selalu membersihkan badan dan pakaian sebelum menyentuh bahan makanan, mempergunakan sabun serta air hangat dalam membersihkan benda-benda yang berhubungan dengan makanan, mencuci tangan segera setelah keluar dari kamar kecil, tidak meludah, tidak bersin, tidak batuk atau merokok ketika mengolah makanan, mempergunakan tutup mulut, hidung dan tutup kepala, dan lain sebagainya.

Sebaiknya, terhadap orang yang’langsung dan erat hubungannya dengan bahan makanan, seperti tukang masak misalnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Demikian pula ketika menyajikan makanan yang telah dimasak, maka kebersihan orang yang menyajikan pun harus pula diperhatikan dengan baik. Adapun syarat yang sering ditetapkan pada waktu. menyajikan makanan ialah:

a)            Orang yang menyajikan makanan harus menjaga kebersihan badan dan pakaian. Untuk restoran misalnya, sebaiknya memakai pakaian kerja khusus; artinya, tidak mempergunakan pakaian yang dipakai dari rumah untuk menyajikan makan an.

b)            Orang tersebut hendaknya dapat memelihara etiket serta kesopanan serta mempunyai penampilan (appearance) yang baik. Hal ini penting untuk menambah nafsu makan.

c)            Orang tersebut menguasai teknik membawa makanan, serta dapat mengatur makanan di meja dengan komposisi yang baik. Pada restoran atau rumah tangga modern, orang membawa makanan yang akan disajikan dengan memperguna-kan kereta makanan yang harus pula terpelihara kebersihan-nya. Makanan disajikan dengan komposisi yang baik, misalnya dilengkapi dengan hiasan, karena besar artinya untuk me-narnbah nafsu rnakan.

C. Cara mengelola bahan makanan

Tujuan mengelola bahan makanan ialah, agar tercipta makanan yang memenuhi syarat kesehatan, mempunyai cita rasa yang “sesuai”, serta mempunyai bentuk yang merangsang selera makan. Jika tujuan kesehatan yang dibicarakan, khususnya yang ada hubungannya dengan kesehatan lingkungan, maka dalam me-ngelola bahan makanan ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, ialah:

a) Masaklah bahan makanan tersebut dengan cukup, -sehingga mikro organisme atau parasit yang terdapat cli dalamnya dan yang merugikan kesehatan musnah, tetapi dalam memanaskan bahan makanan ini harus dijaga tidak sampai berlebihan karena mungkin ada zat makanan yang bisa rusak. Telah diketahui adanya hubungan antara suhu, kuman yang terdapat dalam bahan makanan dengan waktu memanaskan yang diperlukan untuk membunuh kuman. Hubungan ini disebut “time-temperature relationship”. Suhu yang biaaa dipakai ialah panas, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh kuman tersebut tergantung dari suhu optimum yang dimiliki oleh masing-masing mikro organisme yang memang berbeda-beda. Berdasarkan derajat suhu optimum dalam pertumbuhannya, maka mikro organisme dibedakan ataa: thermophilic (suhu optirnum 45° 60° C), mesophilic (20° 45° C) dan psychrophilic (tumbuh cepat di bawah 00 atau rendah dan beberapa jenis mikro organisme juga tumbuh dengan baik pada 0° 20° C).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here