Home Opini Mengintegrasikan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Mengintegrasikan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

30
0
Pengawasan keamanan kesehatan terintegrasi
Pengawasan keamanan kesehatan terintegrasi

Karena pada dasarnya amat sulit mengharapkan hasil yang maksimal jika hanya satu macam cara pengawasan saja yang di-lakukan, maka pada saat ini di banyak negara di dunia ditera.pkan pengawasan secara terintegrasi, artinya dipergunakan kombinasi dari pelbagai cara yang telah disebutkan di atas. Dengan cara in-tegrasi ini maka kelemahan-kgemahan yang mungkin dimiliki oleh setiap cara dapat saling dikurangi.

Dalam menterapkan cara terintegrasi ini, biasanya dilakukan studi yang mendalam- tentang macam arthropoda dan rodentia yang akan diawasi yang lazimnya dibedakan atas empat macam yakni:

a.            key pest, ialah arthropoda dan atau rodentia yang diduga menjadi penyebab utama munculnya gangguan terhadap kesehatan, jadi yang sebenarnya harus diawasi.

b.            occasional pest, ialah arthropoda dan atau rodentia yang kadang-kadang terdapat di tempat yang akan diawasi, dan diduga bukan penyebab utama timbulnya penyakit.

c.             potential pest, ialah golongan arthropoda dan atau rodentia lainnya yang ditemukan di daerah yang akan diawasi dan diduga pada satu saat memilunyai potensi sebagai penyebab munculnya penyakit.

tidak sampai membunuh arthropoda dan atau rodentia yang tidak berbahaya atau yang sebenarnya dibutuhkan oleh manusia. Pem.- bagian seperti ini adalah mutlak jika cara integrasi akan dilakukan, karena jika sampai terbunuh arthropoda dan atau rodentia lainnya yang dibutuhkan manusia, maka apa yang disebut pengawasan biologis yakni salah satu yang diintegrasikan tersebut pasti tidak akan berlanOung.

Agar pengawasan terhadap arthropoda dan rodentia ini ber-jalan dengan baik dan memberikan hasil yang diharapkan, maka di banyak negara di dunia telah dikeluarkan suatu peraturan khusus yang mengatur pelaksanaannya. Malah WHO sendiri, memberikan perhatian yang cukup serius tentang peraturan tersebut. Oleh WHO telah dikeluarkan suatu pedoman yang mengatur pemakaian pestisida dalam program kesehatan masya,rak’at, yang menetapkan tidak saja pengawasan mutu dari produk yang dipergunakan (quality control), tetapi juga tata cara penggunaannya di lapangan.

Untuk negara Indonesia, pengawasan arthropoda dan rodentia memang masih bersifat sangat sederhana sekali, karena dana dan tenaga yang tersedia belum memadai. Karena itulah harapan sebenarnya lebih banyak dipulangkan kepada usaha masyarakat sendiri. Sayangnya harapan ini masih sulit terpenuhi, karena pengertian masyarakat terhadap masalah ini masih amat kurang.

Pada saat ini, di beberapa kota besar di Indonesia, telah mulai dikenal adanya perusahaan yang bergerak khusus dalam pest control. Ditanganinya pekerjaan ini oleh mereka yang lebih professional, memang menggembirakan. Hanya saja dalam pelaksanaannya masih diperlukan pengaturan yang lebih terarah. Karena sebagai suatu perusahaan, mereka tentu lebih rnemperhitungkan keuntungan. Di sinilah nantinya akan muncul masalah, karena pe – nyemprotan yang dilakukan, tidak dengan dosis yang tepat akan menimbulkan resistensi, suatu masalah yang tidak mudah dicarikan jalan keluarnya kelak.

Nyamuk adalah eerangga yang termasuk orde diptera. Macam-nya banyak dan tersebar harnpir merata di seluruh pelosok bumi kecuali di lautan, di kutub ataupun di padang pasir yang amat kering. Diperkirakan tidak kurang dari 2.500 spesies ditemui di permukaan bumi. Sekalipun tidak semua spesies mendatangkan penyakit bagi manusia, namun di antara pelbagai jenis serangga, maka nyamuk adalah yang paling ditakuti. Karena beberapa di antaranya dapat mendatangkan penyakit yang membahayakan kehidupan seperti misalnya anopheles yang mendatangkan penyakit malaria, aedes aegypti yang menimbulkan penyakit demam kurring, culex mansonia dan anopheles gambiae yang mendatangkan penyakit filariasis serta culex pipiems dan culex tarsalis yang mendatangkan penyakit encephalitis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here