Home Terkini NESTLE diboikot INFACT, Apakah Efektif untuk Kampanye ASI?

NESTLE diboikot INFACT, Apakah Efektif untuk Kampanye ASI?

22
0
INFACT dan upaya untuk memboikot produk-produk Nestle
INFACT dan upaya untuk memboikot produk-produk Nestle

Pada tahun 1977 kelompok-kelompok aksi yang lain bersatu untuk membentuk INFACT dan mulai melakukan kampanye untuk memboikot produk-produk Nestle di Amerika Utara. Persatuan INFACT di Amerika Utara tumbuh dari kelompok-kelompok studi di Universitas Minnesota, sedangkan kelompok-kelompok INFACT Kanada berkembang di sekitar penyebaran rasa keadilan dari Gereja Anglikan dan Gereja Kesatuan. Kemudian, IBFAN menarik bermacam-macam koalisi ini menjadi satu dan mewakili pandangan-pandangan dari kelompok-kelompok seperti INFACT, Koalisi Aksi Air Susu Ibu di Inggris dan Organisasi Persatuan-persatuan Konsumen Internasional pada konperensi-konperensi tentang kebijaksanaan kesehatan internasional seperti misalnya dalam Sidang Kesehatan Dunia.

Kelompok-kelompok seperti INFACT dan ICCR menjadikan publik Amerika Utara sadar akan kontroversi tentang formula susu bayi (atau yang disebut kontroversi ASI-susu formula), melalui kampanye yang bertambah canggih dengan cara perdebatan umum, penerbitan publikasi, siaran-siaran radio dan TV, petisi-petisi, demonstrasi-demonstrasi, poster-poster, lencana-lencana dan suatu boikot konsumen terhadap produk-produk Nestle, yang berakhir tahun 1984. Pendidikan publik tentang persoalan itu sering diadakan dengan mempertunjukkan film tentang Bottle Babies, sebuah gambaran yang hidup mengenai akibat-akibatyang menyedihkan dari pemberian susu dengan botol di Kenya.

Anjuran-anjuran sebagaimana diajukan oleh kelompok-kelompok ini sangat berterus terang. Mereka mengemukakan bahwa para pembuat for-mula susu bayi janganlah mempromosikan formula susu bayi dan pem-berian susu botol di beberapa negara yang tengah mengalami perkembangan di mana penyusuan bayi oleh para ibu masih merupakan kelaziman, dan teknologi untuk menyediakan formula susu bayi belum memadai. Kelompok-kelom-pok penganjur mengemukakan bahwa perusahaan multinasional (seperti Nestle) dalam usaha mereka mencari pasaran baru, melakukan kampanye-kampanye besar-besaran yang tidak layak, yang ditujukan pada para tenaga medis dan konsumen, dan anjuran kepada para ibu di negara-negara berkem-bang untuk meninggalkan kebiasaan menyusui bayi dan menggantikannya dengan cara memberikan susu buatan yang lebih mahal kepada bayi mereka, menyusahkan, secara teknologis lebih rumit, dan secara potensial lebih berbahaya yaitu susu bayi buatan dalam botol.

Bagi para wanita miskin yang tidak cukup mempunyai uang untuk membeli susu bayi buatan, botol-botol, alat-alat sterilisasi, bahan bakar atau lemari es; yang tidak mendapatkan secara teratur air minum yang aman dan bersih; yang mungkin tidak dapat membaca dan mengerti instruksi-instruksi untuk menggunakan susu bayi buatan, akibatnya akan amat menyedihkan. Salah penggunaan susu bayi buatan merupakan sebab utama kekurangan gizi dan radang lambung, diare dan dehidrasi yang dapat mengakibatkan kematian. Kelompok-kelompok penganjur menyalahkan sebafflan dari “kurang gizi karena komersialisasi” kepada perusahaan-perusahaan multinasional yang membuat susu bayi buatan.

Perusahaan yang membuat susu bayi buatan itu menjawab kritik-kritik itu dengan mengubah cara periklanan mereka kepada masyarakat, tetapi mereka amat lambat memenuhi segala tuntutan INFACT. Tak pernah dimaksudkan oleh kelompok-kelompok penganjur itu untuk melarang penjualan susu bayi buatan di negara-negara berkembang, juga tidak untuk memaksa para wanita untuk menyusukan sendiri bayinya, walaupun para pengkritik mereka menggambarkan seakan-akan tujuan mereka memang demikian. Apa yang dianjurkan oleh INFACT dengan jelas ditetapkan dalam tuntutan mereka:

1.            Segera dihentikannya semua promosi dari susu bayi buatan,

2.            Dihentikannya promosi langsung kepada para konsumen, termasuk promosi melalui media massa dan promosi langsung melalui posterposter, kalender, tulisan tentang perawatan bayi, pagelaran, manset lengan baju dan botol-botol bayi,

3.            Penghentian pemakaian “perawat-perawat susu” dari perusahaan,

4.            Penghentian pendistribusian secara gratis contoh-contoh dan perbekalan kepada rumah-rumah sakit, klinik-klinik dan rumah-rumah bersalin,

5.            Penghentian promosi kepada tenaga-tenaga kesehatan dan melalui lembaga-lembaga perawatan kesehatan,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here