Home Terkini Nyamuk Berbahaya dan Tidak, Bagaimana Membedakannya?

Nyamuk Berbahaya dan Tidak, Bagaimana Membedakannya?

17
0
Nyamuk dapat dibedakan atas dua jenis
Nyamuk dapat dibedakan atas dua jenis

Jika ditinjau dari tempat persembunyiannya, maka nyamuk dapat pula dibedakan atas dua jenis yakni:

1.            Natural resting stations type, ialah nyamuk yang memilih t.ernpat bersembunyi dalam lubang-lubang yang ditemui secara alamiah, misalnya pada pohon-pohon, batu karang dan lain sebagainya.

2.            Artificial resting stations type, ialah nyamuk yang memilih tempat bersembunyi dalam tempat-tempat yang berbentuk karena hasil pekerjaan manusia, baik yang sifatnya sengaja ataupun yang tidak sengaja (karena kecerohohan). Misalnya dalam rumah, dalam kaleng kosong dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui pelbagai sifat .nyamuk seperti dikemukakan di atas, maka akan dapat dipilih cara pengawasan nyamuk yang tepat, artinya yang benar-benar efektif untuk membunuh atau paling tidak menghindarkan nyamuk dari lingkungan kehidupan manusia. Hanya saja sebelum usaha ini dilakukan, haruslah puia dipunyai data yang lengkap terlebih dahulu tentang segala hal yang menyangkut nyamuk tersebut, terutama yang berhubungan dengan daerah yang dipakai sebagai tempat berkembang biak, ienis dari nyamuk tersebut dan lain sebagainya. Karena itulah upaya pengawasan biasanya sering didahului dengan suatu penelitian atau survey. Dalam melakukan survey nyamuk ada 2 prinsip dasa yang dikerjakan yakni:

1.            Melakukan pemetaan daerah, yakni menentukan daerah-daerah yang dicurigai menjadi tempat bersarangnya nyamuk, misalnya rawa-rawa, seluruh air yang tergenang dan lain sebagainya. Pemetaan ini dianggap pokok, karena dengan diketahui daerah tersebut dapat dilakukan pengawasan se-cara intensif, serta hasil yang diperoleh akan lebih memuaskan. Terutama jika ditinjau dari sudut ekonomi, karena tidak perlu mengawasi daerah yang terialu luas.

2.            Melakukan kunjungan lapangan ke daerah yang dicurigai. Tujuan kunjungan lapangan ini, kecuali untuk memastikan lokasi daerah yang dicurigai, juga untuk mengindentifikasi jenis nyamuk apa yang terdapat di daerah tersebut. Pekerja.an identifikasi ini dianggap penting, karena dengan demikian dapat diketahui apakah nyamuk yang ditemukan berbahaya atau tidak. Tentu saja pengawasan selanjutnya hanya di-tujukan kepada jenis nyamuk yang berbahaya saja; dengan demikian penghematan dana dapat pula dilakukan.

Identifikasi nyamuk ini biasanya dilakukan dengan meng-ambil contoh air dari tempat yang diduga sarang nyamuk. Dalam mengambil contoh air ini, dipergunakan tangguk bertangkai panjang yang dipasang dengan jaring halus. Peng-ambilan contoh air harus dilakukan dengan gerakan yang cepat, karena larva nyamuk peka sekali terhadap gangguan, dar, segera a.k’ an menyelam sehingga tidak dapat diambil. Dari bentuk larva, pupa serta ciri-ciri yarig ditemukan pada nyamuk dapat dibedakan jenis nyamuk tersebut. Misalnya iarva anopheles mengapung datar di permukaan air, sedangkan culex mengapung dengan membentuk sudut pada permukaan air. Membedakan nyamuk dapat pula dilakukan dengan melihat sifat-sifat nyamuk dewasa, misainya dari bentuk sayap atau posisi tubuh ketika menggigit mangsanya. Nyamuk anopheles berbintik-bintik pada sayap serta posisisinya menungging ketika menggigit mangsanya, sedangkan jenis culex sayapnya umumnya polos, serta posisi ketika menggigit mangsa sejajar dengan permukaan kulit.

Setelah diketahui jenis nyamuk yang harus diawasi, peker-jaan dilanjutkan dengan pengawasan itu sendiri. Secara umum dapat pula dibedakan atas dua macam yakni:

1. Pengawasan yang ditujukan pada bentuk muda dari nyamuk (stadium telur, larva dan pupa).

Ada beberapa cara pengawasan yang dilakukan pada bentuk muda dari nyamuk ini, yang dibedakan atas:

a.            secara fisik atau mekanis, misalnya dengan mengeringkan rawa-rawa, menimbun air yang tergenang, membuat air selokan mengalir dengan lancar.

b.            secara kimia, yakni menyiram permukaan air dengan zat kimia tertentu (ninyak); dengan demikian larva dan pupa tidak dapat mengambil udara segar yang dibutuhkannya.

c.             secara biologis, misalnya memelihara beberapa jenis ikan di rawa-rawa, yang memakan telur, larva serta pupa nyamuk.

d.            secara cultural, misalnya mengubah sikap masyarakat yang tidak baik yang merugikan kesehatan lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here