Home Info Nyamuk Dewasa dan Mengapa itu Harus Diawasi Ketat

Nyamuk Dewasa dan Mengapa itu Harus Diawasi Ketat

15
0
Pengawasan yang ditujukan pada nyamuk dewasa
Pengawasan yang ditujukan pada nyamuk dewasa

Pengawasan yang ditujukan pada nyamuk dewasa:

Sama halnya dengan pengawasan nyamuk pada usia muda, maka di sini cara pengawasan yang dapat dilakukan dibedakan pula atas beberapa macam yakni:

a.            secara fisik atau mekanis, yakni dengan memasang ka-wat kasa, mempergunakan kelambu, atau memukul nyamuk dengan alat pemukul.

b.            secara kimia, yakni mempergunakan pelbagai macam insektisida dengan sifat-sifatnya ada yang untuk mematikan nyamuk, mengatur pertumbuhan, membuat sterii, menarik perhatian nyamuk ataupun mengusirnya. Zat kimia yang dipakai untuk insektisida banyak macamnya, yang satu dengan lainnya, mempunyai kebaikan ataupun kerugian-kerugian.

c.             secara biologis, misalnya dengan membiarkan hidup binatang seperti cecak di rumah, yang akan menangkap nyamuk sebagai mangsanya. Binatang lain yang merupakan musuh nyamuk, dan karena itu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara pengawasan biologis ialah kelelawar, pelbagai jenis reptil, serta unggas.

d.            secara cultural, yakni dengan mengubah kebiasaan manusia yang buruk yang dipandang menguntungkan kehidupan nyamuk. Misalnya mengeringkan rawa-rawa, memotong dedaunan yang terlalu lebat, tidak membuang kaleng-kaleng bekas sembarangan, membuat saluran air yang memenuhi syarat kesehatan dan lain sebagainya.

Tentunya cara terbaik yang dilakukan dalam pengawasan nyamuk ini ialah jika dapat ditujukan terutama ketika nyamuk masih berada dalam stadium muda. Karena dengan dapat dibunuhnya nyamuk dalam stadium muda ini, dapat dicegah bertambah banyaknya nyamuk yang mungkin sempat dihasilkan oleh nyamuk betina dewasa. Lebih dari pada itu pengawasan nyamuk pada stadi-um muda, dipandang lebih menguntungkan kesehatan manusia. Sarang nyarnuk tersebut umumnya tidak berada dalam lingkungan daerah tempat tinggal, sehingga jika digunakan zat kimia pada sarang tersebut tidak akan menimbulkan problema keracunan pada rnanusia. Tidak demikian halnya jika nyamuk telah dewasa, sebab penggunaan zat insektisida di daerah perumahan, memberikan kemungkinan yang besar ikut teracunnya manusia, misalnya rnelalui residu insektisida yang menempel pada bahan makanan, sebagaimana banyak ditemui di negara-negara yang sudah berkembang.

PENGAWASAN LALAT:

Lalat adalah salah sa.tu insekta yang termasuk orde diptera, yakni insekta yang mempunyai sepasang sayap berbentuk membran. Dari pelbagai jenis binatang dengan sayap berbentuk membran ini, maka salah satu yang paling ditakuti ialah lalat. Lalat dapat menimbulkan pelbagai penyakit pada manusia seperti misalnya penyakit typhoid fever, paxa typhoid fever, disentri basiler, disentri amuba dan lain sebagainya.

Pada saat ini dijumpai tidak kurang dari 60.000 sampai dengan 100.000 spesies lalat. Tentu saja tidak semua spesies ini perlu diawasi karena beberapa di antaranya tidak berbahaya untuk manusia ditinjau dari sudut kesehatan lingkungan. Yang paling penting hanya beberapa saja, misalnya lalat rumah (musca domestica), lalat kandang (stomoxys calcitrans), lalat hijau (phenisia), lalat daging (sarcoplaga) dan lalat kecil (fannia).

Di Afrika ditemukan lalat tse-tse yang dapat menimbulkan penyakit tidur sedangkan di Amerika La.tin ditemukan lalat hitam (simulium) yang dapat menimbulkan penyakit onchocersiasis. Peranan lalat dalam menimbulkan penyakit umumnya bersifat mekanis, yaitu dengan tercemarnya bahan makanan oleh bibit penyakit yang kebetulan menempel pada tubuh, kaki ataupun bulu-bulu tubuh lalat ketika hinggap di bahan makanan tersebut. Sedangkan beberapa macam lalat lainnya dapat menimbulkan penyakit pada manusia dengan jalan meninggalkan telur atau larvanya pada luka yang terbuka, dan kemudian larva tersebut hidup pada daging manusia. Keadaan ini disebut myiasis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here