Home Tips Pemberian Susu kepada Bayi bukan Cuma Perkara Medis

Pemberian Susu kepada Bayi bukan Cuma Perkara Medis

20
0
Menjadikan Pemberian Susu kepada Bayi Soal Medis
Menjadikan Pemberian Susu kepada Bayi Soal Medis

Menjadikan Pemberian Susu kepada Bayi Soal Medis. Pemberian susu kepada bayi semakin dianggap sebagai wewenang kedokteran dan me-rupakan tanggung jawab para ahli kesehatan di negara-negara maju maupun sedang berkembang. Bagaimana hal ini terjadi? Dan bagaimana cara membuat soal medis mempengaruhi keputusan para ibu tentang pemberian susu kepada bayi di negara-negara maju dan yang berkembang? Tentu saja pendapat dari para ahli kesehatan dan kebiasaan rumah-rumah sakit, mempunyai dampak terhadap pendapat para ibu tentang alternatifpemberian susu kepada bayi. Misalnya, bagaimana nasihat dokter untuk menghentikan pemberian ASI kepada bayi mempengaruhi para ibu secara pribadi? Apa hubungan antara sarana pemeliharaan kesehatan dengan industri pembuat susu bayi? Bagaimana soal medis di negara-negara berkembang berinteraksi dengan model-model para ibu secara pribadi, untuk memutuskan bagaimana cara mereka memberi susu kepada bayi mereka? Modelmodel yang saling bersaing ini harus diteliti dalam hubungan dengan pen• dapat dan keadaan para wanita melalui ketergantungan para wanita terhadap keahlian medis.

Selama terjadinya kontroversi, kesaksian dan persetujuan medis dicari oleh semua pihak untuk mempertahankan penjelasan mereka. Pengetahuan para ahli medis menjadi standar yang diakui untuk menentukan prioritas penelitian. Menurunnya nilai pengetahuan wanita tentang pemberian susu kepada bayi merupakan suatu pendapat kunci dalam menganaIisa penciptaan pengetahuan untuk suatu tindakan sosial.

Menjadikan Makanan Bayi Sualu Komodlli. Penggunaan susu buatan untuk menyapih bayi, dan botol-botol untuk pemberi susu kepada bayi, mencerminkan telah diterimanya banyak macam makanan Barat di negara-negara sedang berkembang. Oleh karenanya, persoalan pemberian susu botol kepada bayi merupakan proses tanpa batas dan proses usaha me-ningkatkan prestise makanan bayi di negara-negara berkembang. Ba-gaimana produk-produk makanan bayi mengembangkan tanda-tanda nilai yang dibenarkan secara sosial? Sampai berapa jauh pemberian susu botol kepada bayi menjadi status simbol? Tentu saja, periklanan terlibat di da-lamnya, tetapi berapa besar pengaruhnya? Apakah permintaan konsumen akan makanan Barat memang sudah ada, atau apakah baru diciptakan oleh promosi? Makanan bayi secara komersial bukanlah hanya persoalan selera dan pemindahan teknologi saja tetapi juga soal siapa yang menguasai informasi yang diperlukan untuk melaksanakan pemindahan teknologi.

Peranan dari para pembuat makanan bayi dalam kontroversi ASI-susu botol didokumentasi dengan baik. Para produsen harus melindungi ke-pentingannya dan memperluas pasarannya sambil menangkis para pengeri-tik mereka. Terdapat kesejajaran dengan peristiwa-peristiwa lain tentang delokalisasi makanan yang didorong oleh perusahaan-perusahaan multinasional ketika mereka memperluas pasaran di negara-negara sedang berkembang.

Sebuah penelitian tentang empat tema ini memperlihatkan bahwa kon-troversi susu buatan ini sesungguhnya sama sekali belum selesai. Sampai persoalan-persoalan ini dan hal-hal yang berhubungan dengan itu telah ditanggapi, banyak pertanyaan akan tetap belum terjawab. Segera sesudah kita meneliti empat tema yang mendasari kontroversi tersebut, uraian-uraian mengenai hal ini harus dibangun kembali untuk memberikan suatu gambaran yang masuk akal mengenai hubungan-hubungan di antara mereka. Dalam istilah Bateson kita mencari “pola yang menghubungkan” perspektif-perspektif yang tidak menuju pada satu titik itu dalam bab terakhir.

Renungan

Tema-tema ini tidak timbul secara kebetulan saja, juga tidak karena di-kembangkan dengan cara deduksi logis yang cermat mengenai pemberian susu kepada bayi walaupun faktor kebetulan dan logika kedua-duanya telah ikut berperan. Pilihan dari uraian-uraian persoalan yang diajukan dengan aksi penganjuran mencerminkan pengalaman pribadi saya tentang pem-berian susu kepada bayi dan tentang kontroversi itu. Walaupun merasa tergoda untuk berpura-pura bersikap tidak berpengaruh dan objektif tentang hal itu, pendirian yang demikian berlawanan dengan sikap teoretis yang mendasari artikel ini. Jika saya berharap untuk mampu mendamaikan uraian-uraian yang menjadi dasar dari kontroversi itu, saya juga harus menempatkan diri sebagai alat penganalisa di bawah penelitian yang sek-sama. Akibatnya, dalam istilah Geertz, ialah “pembongkaran sistematik” dari dunia konsepsional saya (1983: 22). Kontroversi ASI-susu formula mengungkapkan banyak dilema pribadi untuk para wanita yang men-dukung atau menolak uraian para penganjur, atau mencoba menjauhi sama sekali persoalan itu. Menyusui bayi merupakan suatu pengalaman yang begitu pribadi dan intim sehingga membangkitkan perasaan penuh gairah dan sering perasaan emosional dan sentimentil pada para wanita. Keputusan-keputusan untuk menyusui atau tidak menyusui menimbulkan perasaan kuat yang sama,walaupun hanya sebentar atau dengan hati yang enggan. Dalam bagian ini, saya kenali prasangka pribadi saya mengenai hal ini jika sekiranya ada yang tidak ditemukan pada halaman terakhir. Pe-ngalaman hidup saya telah mempengaruhi interpretasi saya tentang pene-litian pemberian susu kepada bayi, kontroversi susu buatan, dan oleh sebab itu membentuk pertimbangan isi artikel ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here