Home Info Pentingnya Memperhatikan Sanitasi Bahan Makanan yang Didistribusikan

Pentingnya Memperhatikan Sanitasi Bahan Makanan yang Didistribusikan

30
0
Masalah sanitasi makanan pada semua tahap perjalanan bahan makanan
Masalah sanitasi makanan pada semua tahap perjalanan bahan makanan

Kalau diperhatikan masalah sanitasi makanan pada semua tahap perjalanan bahan makanan sebagaimana dikemukakan, maka untuk menjaga makanan tersebut ada beberapa komponen yang harus diperhatikan. Komponen tersebut ialah:

A. Tempat, di mana bahan makanan atau makanan tersebut di-letakkan.

Pada tahap mana pun bahan makanan tersebut berada, selalu ditemukan tempat yang dipakai oleh bahan makanan tersebut. .Baik pada waktu masih berada di sumber (seperti kandang temak misalnya), pada waktu pengangkutan (alat4 transportasi), penyimpanan bahan makanan (gudang ataupun lemari), pemasaran (pasar), pengolahan makanan (dapur), penyajian (meja makan), ataupun pada waktu penyimpanan makanan yang telah dimasak (lemari).

Karena itulah untuk menjaga agar bahan makanan ini tidak sampai tercemar, maka sanitasi tempat di mana bahan makanan tersebut berada, harus diperhatikan.

Ambil contoh, ketika bahan makanan digudangkan misalnya, dalam hal penggudangan ini harus terpenuhi beberapa syarat, antara lain:

a)            Gudang harus dibangun sedemikian rupa sehingga tidak memberikan kesempatan tikus dan serangga bersarang.

b)            Jika penyimpanan bahan makanan memakai rak, maka rak harus diatur sedemikian rupa sehingga kolong rak dapat dibersihkan dengan mudah.

c)            Usahakan agar udara dalam gudang tidak lembab, sehingga tidak memberi kesernpatan jamur tumbuh, yang dapat Inerusak bahan makanan.

d)            Berilah ventilasi yang cukup sehingga udara segar selalu terdapat di dalam ruangan.

e)            Penerangan dalam gudang harus cukup, sehingga mudah mengambil barang-barang ataupun mengawasi ada.nya tikus atau serangga lainnya yang mungldn hidup di sana.

f)             Dinding bagian bawah gudang harus dicat dengan warna putih sehingga jika ada tikus bersarang di dalam gudang dapat diketahui dari jejak yang menempel di warna putih tersebut.

g) Lalu lintas dalam gudang harus diatur sehingga sekurang-kurangnya gudang mempunyai jalan utama, jalan antar blok, jalan antar rak, jalan keliling, dengan lebar masing-masing sekitar 160 cm, 80 cm, 40 cm, dan 40 cm.

Selanjutnya tergantung dari macam bahan makanan yang akan disimpan, kadang kala diperlukan pengawetan terlebih dahulu, sehingga bahan makanan tersebut tidak cepat rusak, Ada beberapa macam pengawetan yang dikenal, yakni:

a) Mendinginkan, yang dibedakan atas:

(1)          cold storage, yakni dengan membekukan bahan makanan. Untuk ini bahan makanan diletakkan dalam ruangan dengan suhu antara —10° s/d 0° C. Bahan makanan yang dibekukan biasanya daging atau ikan;

(2)          freeze, yakni menempatkan bahan makanan dalam ruangan dengan suhu 0° C, yang biasanya dilakukan pada susu, keju atau mentega;

(3)          cool storage, yakni menempatkan bahan makanan dalam ruangan dengan suhu tertentu, misalnya untuk telur antara 10° s/d 15° C, buah-buahan antara 15° s/d 20° C, serta makanan dalam kaleng pada suhu 20° C.

b) Mengeringkan; tujuannya ialah untuk menghilangkan air yang terdapat dalam bahan makanan. Dengan hilangnya air ini maka bakteri yang merusak bahan makana.n tidak dapat hidup. Proses pengeringan tidak akan merusak atau me-ngurangi nilai gizi yng terkandung dalam bahan makanan, kecuali vitamin. C yang hilang bersama air yang dikeringkan.

c) Mengasinkan; di sini bahan makanan diberi garam dengan maksud memperkecil kemungkinan hidup bakteri yang me-mang sukar hidup pada konsentrasi garam yang tinggi. Dengan mengasinkan bahan makanan, maka nilai makanan akan berkurang sedikit.

d) Memaniskan; di sini yang digunakan adalah zat gula. Tujuan-nya ialah untuk mempersulit hidupnya bakteri, karena bakteri sukar hidup pada konsentrasi gula yang tinggi.

e) Menambahkan beberapa zat kimia tertentu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here