Home Terkini Penyakit Berbahaya dari Serangga Tidak Hanya Berasal dari gigitan

Penyakit Berbahaya dari Serangga Tidak Hanya Berasal dari gigitan

14
0
Serangga dapat menimbulkan penyakit tidak hanya melalui gigitan
Serangga dapat menimbulkan penyakit tidak hanya melalui gigitan

Pada saat ini, berkat penemuan-penemuan baru yang berhasil dicapai diketahuilah bahwa serangga dapat menimbulkan penyakit tidak hanya melalui gigitan atau isapan darah saja, tetapi dapat pula secara mekanis, yakni dengan menempelnya bibit penyakit pada tubuh serangga tersebut. Lebih dari pada i.tu,elah diketahui pula bahwa golongan lain dari arthropoda yang bukan serangga serta binatang tidak bertulang belakang lainnya dapat pula mendatangkan penyakit pada manusia. Dengan penemuan-penemuan baru ini, maka kini pengertian vektor telah Iebih luas. Saat ini yang disebut vektor ialah arthropoda atau binatang tidak bertulang belakang (invertebrata) lainnya yang menimbulkan penyakit infeksi pada manusia dengan jalan memindahkan bibit penyakit yang dibawanya pada manusia melalui gigitan pada kulit ataupun selaput lendir ataupun meninggalkan bibit penyakit yang dibawa pada bahan makanan atau bahan-bahan sehingga mendatangkan penyakit bagi manusia yang memakan atau mempergunakan bahan-bahan tersebut.

Dari pengertian vektor sebagaimana yang dianut kini, segeralah diketahui bahwa penularan penyakit yang disebabkan -oleh vektor tersebut kepada manusia, dapat dibedakan atas dua cara, yakni:

1.            Penyebaran secara mekanik, disebut pula penyebaran pasif, yakni pindahnya bibit penyakit yang dibawa vektor kepada bahan-bahan yang dipergunakan manusia (umumnya makanan), dan jika bahan (makanan) tersebut dipergunakan (dimakan) timbullah penyakit. Contoh penyebaran mekanik ialah penyakit disentri yang disebabkan karena tercemarnya makanan atau minuman oleh kuman-kuman (disentri) yang dibawa lalat.

Penyebaran mekanik lainnya ialah dengan melalui gosokan tangan yang baru saja dipakai untuk meremuk vektor (misal pijal) pada selaput lendir (misal mata), sehingga bibit penya-kit yang ada di dalam tubuh vektor tersebut masuk melalui selaput lendir ke dalam

2.            Penyebaran secara biologi, yang disebut pula penyebaran aktif. Di sini bibit penyakit hidup serta berkembang biak di dalam tubuh vektor dan jika kebetulan vektor tersebut menggigit manusia (nyamuk misalnya), maka bibit penyakit masuk ke dalam tubuh, sehingga timbullah penyakit.

Pengertian luas dari pengawasan vektor ialah melakukan pelbagai hal, yang dipandang bermanfaat, sehingga kehidupan arthropoda dan atau rodentia menjadi sulit, tidak dapat berkem-bang biak atau dimatikan, dan dengan demikian tidak akan menimbulkan penyakit bagi manusia.

Untuk dapat melakukan pengawasan seperti ini, jelaslah dibutuhkan pengetahuan lengkap tentang segala hal yang me-nyangkut vektor tersebut. Pengetahuan tersebut setidak-tidaknya meliputi:

Siklus kehidupan vektor. Siklus kehidupan pada serangga mengenal perubahan bentuk (metamorfosis) yang dibedakan atas:

a.            Metamorfosis sempurna, yakni dikenalnya stadium telur (egg), tempayak (larva), kepompong (pupa), dan bentuk dewasa (adult), yang dijumpai misalnya pada kupu-kupu.

b.            Metamorfosis tidak sempurna, di sini hanya dikenal 3 stadium yakni telur, nimpa dan dewasa yang dijumpai misalnya pada belalang.

c.             Tanpa metamorfosis, di sini yang ada ialah stadium telur, bentuk muda dan bentuk dewasa yang dijumpai, misalnya pada gegat (silverfish).

Dengan diketahuinya siklus kehidupan tersebut, maka dapat diusahakan pengawasan vektor dan sekaligus pemus-nahannya yang jika mungkin dilakukan sejak dari stadium awal.

Ekologi vektor. Pada rodent dikenal sifat-sifat ekologi tersebut, yakni ada yang terutama hidup di air, di padang rumput, di terowongan ataupun di pohon-pohon. Kalau diketahui tempat hidupnya, dapat dicarikan bentuk peng-awasan yang setepat-tepatnya.

Demikian pula halnya pada arthropoda, karena serangga misalnya mempunyai tempat hidup yang berbeda pada setiap stadium yang dilaluinya. Ambil contoh nyamuk yang menempatkan telurnya pada air yang tergenang; jadi jika air tergenang dihilangkan (rawa-rawa misalnya), maka nyamuk dapat dimusnahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here