Home Info Proses Distribusi Bahan Pangan ke Pasar Konsumen

Proses Distribusi Bahan Pangan ke Pasar Konsumen

26
0
PERJALANAN BAHAN MAKANAN
PERJALANAN BAHAN MAKANAN

Untuk menjaga agar makanan tidak sampai tercemar oleh pelbagai zat yang membahayakan kesehatan, maka bahan makanan haruslah dikelola dengan sebaik-baiknya. Dalam kehidupan sehari-hari, jika membicarakan pengelolaan makanan ini, asosiasi biasanya tertuju ketika makanan tersebut dimasak (berada di dapur) atau disajikan (berada di meja makan) saja. Jika ditinjau dari sudut sanitasi makanan, idlan pikiran seperti ini tidaklah begitu tepat. Karena jauh sebelum bahan makanan tersebut berada di dapur atau di meja makan, soal sanitasinya seharusnya sudah diperhatikan.

Jadi sanitasi makanan harus diperhatikan pada setiap tahap dari proses perjalanan bahan makanan, yang dibedakan atas:

1.            Sumber bahan rnakartan.

Sumber bahan makarian bermacam-macam, karena tergantung dari jenis bahan makanan itu sendiri. Misalnya .daerah pertanian, daerah peternakan, daerah perikanan atau mungkin langsung dari sumber alamiah seperti: hutan, kali, laut, dan sebagainya. Ambil contoh daerah pertanian misalnya; hendaknya dihindari pemakaian insektisida yang dapat meracuni bahan makanan, atau pemakaian pupuk yang tidak memenuhi syarat, seperti misalnya pemakaian pupuk kotoran manusia pada sayur-sayuran yang sering dimakan mentah. Dernikian pula halnya jika surnber bahan makanan tersebut daerah peternakan dan atau perikanan, soal sanitasi tempat tersebut harus pula diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Membuang sisa pabrik di kali atau di laut yang diambil ikannya, adalah pekerjaan yang tidak bertanggung jawab, karena ikan dapat mengandung zat-zat kimia yang merusak kesehatan bagi yang mernakannya.

2.            Pengangkutan bahan makanan.

Ketika bahan makanan diangkut dari sumber ke pasar, maka sanitasinya harus pula diperhatikan. Tergantnng dari bahan makanan apa yang diangkut, maka cara pengangkutan yang dipakai bermacam-macaxn. Pelbagai cara pengangkutan ini pada dasarnya mempunyai dua tujuan, yakni agar bahan makanan tidak sampai tercemar oleh zat-zat yang membahayakan, dan agar bahan rnaltanan tersebut tidak sampai rusak. Pengangkutan daging atau ikan segar misalnya, sebaiknya dilakukan dengan mempergunakan alat pengangkut yang dilengkapi alat pendingin yang tertutup. Dengan cara ini, daging atau ikan tersebut tidak rusak serta pelbagai penyebab yang diperkirakan dapat mencemarkannya dapat dihindari. Di Indonesia sering ditemukan keranjang sayur yang diletakkan di lantai atau dalam kamar kecil kereta barang. Keadaan ini tentu saja tidak sehat, karena sayuran tersebut mungkin telah tereemar oleh pelbagai zat yang berbahaya.

3. Penyimpanan bahan makanan.

Tidak selalu bahan makanan yang tersedia langsung di-konsumsi oleh masyarakat. Demikian pula halnya, bahan makanan yang dibeli oleh keluarga untuk keperluan rumah tangga. Untuk ini harus diatur penyimpanannya yang baik. Secara besar-besaran penyimpanan bahan makanan disebut “digudangkan”. Dalam penyimpanan ini kadangkala diperlukan pengawetan makanan, atau diletakkan begitu saja, yang kesemuanya tergantung dari macam bahan makanan itu.

4, Pemasaran bahan makanan

Bahan makanan biasanya dijual di pasar. Untuk ini sanitasi pasar harus pula diperhatikan. Pada negara-negara yang telah maju, biasanya bahan makanan dijual di super market, yang sanitasinya telah diatur dan diawasi dengan ketat.

5.            Pengolahan bahan makanan.

Makanan diolah di dapur. Di sini sanitasinya harus pula diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

6.            Penyajian makanan.

Makanan yang telah diolah kemudian disajikan untuk langsung dimakan (rumah tangga) atau dipakai sebagai bahan promosi (di restoran). Sama halnya dengan tahap perjalanan makanan lainnya, sanitasi ketika penyajian ini perlu pula diperhatikan dengan baik.

7.            Penyimpanan rnakanan yang telah diolah.

Jika makanan yang telah dimasak tidak habis sekali makan, atau karena mungkin dimasak dalam jumlah yang banyak (pada restoran) maka makanan ini biasanya disirnpan. Dalam penyimpanan makanan yang telah dimasak ini, soal sanitasi harus pula diperhatikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here