Home Opini Serangga Apa Saja yang Berbahaya bagi Kesehatan Anda

Serangga Apa Saja yang Berbahaya bagi Kesehatan Anda

33
0
Analisa tingkah laku tingkatkan kualitas pengawasan serangga
Analisa tingkah laku tingkatkan kualitas pengawasan serangga

Tingkah laku vektor. Beberapa jenis serangga dapat dan senang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, sedangkan beberapa jenis lainnya keluar dari sarangnya terutama pada malam hari. Dengan diketahuinya tingkah laku tersebut, maka cara pengawasannya dapat dilakukan dengan lebih baik.

Cara berpindahnya bibit penyakit. Jika diketahui cara berpindahnya penyakit melalui gigitan, maka harus diusahakan agar vektor jangan sampai menggigit manusia, yang untuk nyamuk misalnya dapat dilakukan dengan memasang kelambu atau kawat kasa di kamar tidur.

Cara transmisi vektor. Beberapa macam vektor mempunyai kemampuan terbang dan dengan kemampuan tersebut vektor berpindah dari satu tempat ke tempat lain sampai beratus-ratus kilometer, tetapi ada pula yang pindah dengan bantuan pihak ketiga, misalnya menempel pada kendaraan, tubuh manusia, dan lain sebagainya. Mengetahui cara trans-misi vektor dipandang penting untuk mencegah menyebar luasnya suatu penyakit.

Demikianlah dengan pelbagai pengetahuan yang saat ini dimiliki oleh manusia, telah banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengawasi arthropoda serta rodentia. Pelbagai cara tersebut secara u mu m dapat dibedakan atas beberapa hal yakni:

1.            Pengawasan mekanik atau fisik.

Cara pengawasan seperti ini adalah yang tertua yang pernah dilakukan oleh manusia dan bahkan masih sampai saat ini. Beberapa cara pengawasan mekanik atau fisik ialah dengan pemukulan, menggunakan kawat kasa, kelambu, alat pendingin (ruangan), alat pemanas (ruangan) ataupun memakai pelindung yang dialirkan arus listrik. Dipergunakan panas misalnya, karena telah diketahui bahwa serangga tidak mungkin hidup pada ruangan dengan suhu di. atas 60 sampai 65 derajat Celsius, dan karena itu untuk membunuh serangga (biasanya untuk melindungi padi di gudang), maka suhu ruangan dinaikkan sampai mencapai di atas 60 derajat Celsius. Sedangkan jika ingin memakai suhu yang rendah, maka ruangan didinginkan sampai sekitar 5 derajat Celsius. Pada suhu ini, serangga memang tidak mati, tetapi dapat dicegah memakan sesuatu yang ingin dilindungi.

2.            Pengawasan kimiawi:

Di sini dipergunakan zat kimia yang sifatnya dapat untuk me-matikan, mengusir ataupun menimbulkan daya tarik. Zat kimia yang menimbulkan daya tarik, dimaksudkan untuk mengumpulkan binatang tersebut pada suatu tem pat untuk kemudian dimusnahkan. Zat kimia yang tujuannya memati-kan sesuatu yang dapat merusak atau mengganggu kesehatan disebut pestisida. Pembagian macam pestisida tidaklah atas dasar zat kimia yang terkandung di dalamnya, tetapi ber-dasarkan untuk apa pestisida tersebut dipergunakan. Jika digunakan untuk membunuh serangga disebut insektisida, jika digunakan untuk membuhuh rodentia disebut rodentisida, sedangkan jika digunakan untuk membunuh jamur (fungus) disebut fungisida. Penggunaan zat kimia untuk mengawasi serangga pertama kali dilakukan pada tahun 1942, dengan dipakainya DDT yakni bahan yang mengandung chlorinated hydrocarbon, yang ditemukan misalnya pada endrin. Zat kimia lainnya yang banyak dipergunakan ialah organic phosphorus yang ditemukan pada melathion dan parathion. Banyak pula dipergunakan zat kimia methyl carbamat yang ditemukan misalnya pada carbaryil. Dengan majunya ilmu pengetahuan, maka saat ini makin banyak macam zat kimia yang dapat digunakan sebagai pestisida. Jika ditinjau dari su- dut ilmu kesehatan lingkungan, suatu zat kimia hanya darat dipakai sebagai pestisida jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a.            Tidak membahayakan kesehatan manusia, baik secara langsung yakni meracuni tubuh karena masuk melalui pernapasan ataupun kulit (biological concentration), ataupun secara tidak langsungseperti misalnya memakan bahan makanan yang mengandung pestisida (tropic con-centration ).

b.            Hanya membunuh binatang yang ingin dibunuh, jadi tidak sampai mematikan hewan ataupun tumbuhan lainnya.

c.             Mempunyai daya bunuh yang tinggi (effektif dengan dosis rendah).

d.            Mudah mempergunakan. Cara mempergunakan pestisida bermacam-macam, ada yang menaburkan bubuknya lang-sung, ada yang melarutkannya dulu dalam air dan ke-mudian disebar dengan semprotan dan iain sebagainya.

e Harganya murah.

Pada saat ini sebagai akibat penggunaan pestisida yang kurang bertanggung jawab, maka timbul masalah baru dalam hal pengawasan arthropoda dan rodentia, yakni terjadinya resistensi pada kedua jenis binatang tersebut. Lebih dari pada itu, terganggunya kelestarian lingkungan muncul pula sebagai akibat sampingan lainnya, yakni dengan ikut matinya binatang atau tumbuhan lain yang terkena. Demikianlah pada saat ini diperkirakan lebih dari 250 spesies serangga dan laba-laba telah rentan terhadap pelbagai macam pestisida. Berjangkitnya hama tanam-tanaman pada beberapa tempat, mungkin disebabkan pula karena pemakaian pestisida yang kurang bertanggung jawab yakni karena ikut matinya musuh-musuh serangga oleh pestisida tersebut.

Karena timbulnya pelbagai masalah seperti ini, maka pada saat ini telah mulai dikembangkan penelitian untuk mencari zat kimia yang mempunyai sifat lain dari pada mematikan. Misalnya altosid yang mempunyai sifat mengatur pertumbuhan serangga (insect growth regulator) atau zat kimia lainnya yang mempunyai sifat untuk membuat steril binatang perusak tersebut (chemosterilants).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here